Kaku,
Tangan
ini mulai kaku untuk menulis
Tak bisa
lagi mengurai kekusutan pikiran
Terlalu
malu mengakui kelemahan diri
Tahan,
Tahan
saja semua perasaan ini
Semua
ketakutan yang berkecamuk dalam hati
Bersama
kesedihan, kehinaan, kekecewaan, dan keputusasaan
Tahan
saja air mata ini
Ketika
mata mulai memanas
Ketika
dada mulai terbebani
Ketika
sesak mulai mencekik
Begitu
sulitnya mengucapkan kata tolong
Bantu aku
Sang
gadis kecil yang terkurung rapat
Dan
tenggelam dalam gelap
Tolong,
Sang
Cahaya mulai menghilang
Lelah
selalu didominasi kegelapan
Muak
menampilkan cahaya yang palsu
Tolong
aku,
Kalimat
yang selalu tertahan di penghujung dada
Sang
pengecut tak pernah berani memuntahkannya
Pada
akhirnya, hanya kesepian yang menghampiri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar